Serious ne??
prasaan ga gini critanya...
fan-fiction bukan????
Serious ne??
prasaan ga gini critanya...
fan-fiction bukan????
see me @ http://hazeldzld.deviantart.com
(i'm a healing slave...and i'm proud of it!!)
cerita dibuat pengarang
klo pengarang lg marah critanya ttg marah
klo lg fall in love critanya jg fall in love
@_@
Fan Fiction lah -_-
masa blizzard ngerelease kek gini..
kaco bener --
kan pas yg di post 1 ad gw kasih link.. Warcraft 3 Lore sama WoW Official History <- Base Story
gw kembang2in aj.. jd kek gini d..
ckckck....jd pengarang lg jatuh cinto neh...=p??
anyway....kk jago bgt ngarangnya....@_@
hebat de...^^V
bkin trus donkkkk....g mao baca trus neh...=D
My new site..
Come and see it..xD
http://demjeans.com/
ng.. bikinnya sih gmpg..
tp yang bakal butuh waktu lama itu ->
1. Warnain tulisan + Ubah Font Face tulisan
2. Crosscheck Typo dan penggunaan kata-kata yang tidak berguna
+_+
td aj ngelakuin 2 itu sekitar 30-40 menit +_+
doain aj waktu senggang saia banyak --
soalnya kan saia jg butuh istirahat dan refreshing T_T
Ow iya... my bad...
ga liat gw ini fan fiction thread,,,
ukHAhUAHukah!!!
bole juga c...
tapi jgn bnyk cinta2anya donk klo bisa brader...
klo bisa pas perang di detil in keadaan nya!!
see me @ http://hazeldzld.deviantart.com
(i'm a healing slave...and i'm proud of it!!)
aji kena pengaruh cerita luv ada mesra"annya GG btw ji kocak @_@ oh ya ji itu model na Rhakinos dari game paan ? keren..
Part 2 - The Ocean Battle - Finished on 14 August 2008
Previous Story:
The Last Seconds.. The Tidal Wave tinggal 10.000 mil menuju pantai barat Lordaeron.. Bangsa High Elf dan Human terancam bahaya. Bagi Arthas dan Uther, hal ini bukan masalah karena mereka bisa Divine Shield. Jaina akan berada didekat Arthas, jadi efek Divine Shieldnya pun mencakup Arthas dan Jaina. Tapi bagaimana nasib warga-warga di Stratholme dan Quel'thalas yang tidak mempunyai tunggangan terbang?
Kael: "Phoenix, terbanglah!"
Phoenix: "KKKRAAAAA! (HEAAAAAA!)"
Sylvanas: "Kael, aku takut.."
Kael: "Tidak usah takut, kendaraan ini dijamin aman.. Phoenixku kan kuat.."
Phoenix: "^_^ (tampang senang dipuji Kael)"
Stratholme, menjelang ombak maha dasyhat yang hanya berjarak sekitar 5.000 mil dari pantai barat Lordaeron..
Arthas: "Akhirnya datang juga.. Berapa ketinggian ombak itu?"
Uther: "Kata Phoenixnya Kael tadi, setiap 1 menit ketinggiannya bertambah 5 meter.."
Jaina: "...Jangan bilang kamu ingin menghitung tinggi ombak itu disaat seperti ini, Arthas.."
Arthas: "Ombak itu sekitar 1 jam yang lalu.. jadi.. (turun ke pasir-pasir pantai..) 60*5.. (mencorat coret di pasir pantai menggunakan palunya) ..Oh, tingginya 300 meter!"
Uther: "WTF.. Tinggi bener.."
Arthas: "Yap. Tuh ud keliatan.. (Menunjuk kearah barat)"
Jaina: "Arthas, sini.. Aku takut.."
Arthas: "Don't worry.. Be Happy.."
Uther: "...Garda Oto.. *DIVINE SHIELD*!"
Arthas: "*DIVINE SHIELD*! Kira-kira Divine Shield akan bertahan berapa lama?"
Uther: "Tidak tahu.. Tapi sepertinya setelah gelombang itu menabrak Lordaeron, mereka akan menyeret kita ke lautan.."
Jaina: "Weks.. Mesti tahan nafas yang lama dong.."
Arthas: "Nggak usah takut, Jaina. Selama Divine Shieldku masih aktif, kamu tidak akan terluka, dan di Divine Shield, kamu akan bisa bernafas denganku.. hehehe.."
Uther: "Woi.. Maut didepan tapi masih dialihkan dengan yang namanya kemesraan.. zzZ.."
Di Quel'thalas.. Kael, Sylvanas dan Phoenixnya melihat warga mereka porak poranda..
Sylvanas: "Uh.. menyedihkan sekali.."
Kael: "Maafkan kami, warga-warga Quel'thalas.."
Di Orgrimmar.. Cairne, Rokhan dan Vol'jin memasuki kediaman Thrall..
Cairne: "Hoi, Thrall.. gw masuk ya.."
Rokhan: "Sopan dikit napa.. Diajarin gak sih tata cara bertamu.."
Vol'jin: "Bertamu tuh.. biar cepet masuk ngeshock wave pintu tuan rumah kan?"
Cairne: "Kalo emang gitu caranya, gw Shockwave ni pintu.. *Shock.."
Thrall: "(Dari dalam rumah berteriak)GYAAA JANGAAAN!! (Membukakan pintu)"
Cairne: "Ups.. Ada orangnya.."
Thrall: "Ada air apa yang membawa kalian kesini?"
Rokhan: "Angin oi, bukan air.. zz.. Jelajahi Maelstorm yuk.."
Thrall: "That was a truly crazy idea -.-.."
Vol'jin: "Sekalian menjelajah lautan.. Kan asik, banyak tumbuhan karang-karang yang indah.."
Thrall: "Gw sayang nyawa gw.. Cuma satu kali nih idup di dunia.. Fzz.."
Lordaeron - The Crushing Tidal Wave over Lordaeron -
BYUUUUUUUR!! KRAK!! FWSSSH.. Sylvanas hanya bisa menutup matanya melihat warganya terlempar keatas dan kebawah oleh ombak.. Di Stratholme.. Arthas dan Uther berencana untuk menyelidiki sesuatu..
Arthas: "Ada sebab ada akibat.. Gw rasa ombak itu dateng dari barat.."
Uther: "Bah, pastilah dari barat..! kalo datengnya dari timur kenapa ngehantam barat duluan, ZZ"
Jaina: "Mungkin ini ada hubungannya dengan buku The Legend of Maelstorm itu?"
Arthas: "Jadi.. niatmu kita harus ke pusaran ombak di tengah Azeroth?"
Jaina: "Iya.. setelah ombak ini berakhir tentunya.."
Uther: "LIHAT!! Orang-orang tertarik ke lautan.. Air itu bukan air biasa.."
Air yang dilihat mereka adalah air yang berwujud tangan, tiap air menarik 1 warga, dan menyeretnya ke lautan. Hal yang sama terjadi di Quel'thalas.
Sylvanas: "Kael, air itu.. seperti berbau magis.."
Kael: "Ya.. sebaiknya kita ikuti arah air aneh itu.."
Orgrimmar.. Ras Orc sedang merencanakan perjalanan mereka..
Cairne: "Jadi niatmu, kita harus membantu para warga di Lordaeron, Thrall?"
Thrall: "Surely. Ayo kita pergi sekarang."
Sesaat setelah Thrall membuka pintu, didepan Barracksnya terpancar cahaya yang terang selama 1 detik. TUNG! Tyrande dan Furion tiba didepan mereka.
Tyrande: "Kami ikut."
Furion: "Sumber kekuatan di Maelstorm dikendalikan oleh Azshara dan Rhakinos, 2 Naga yang tersisa. Jika para warga terbawa ke dasar lautan, pasti akan terjadi sesuatu yang menyeramkan."
Vol'jin: "Berapa lama lagi mereka akan tiba di dasar laut?"
Tyrande: "Gw gak tau. Mending kita berangkat sekarang dan bantu Human dan High Elves."
Sementara itu.. Kael dan Sylvanas tetap mengikuti arah air tersebut dengan Phoenix mereka.
Kael: "Apakah warga-warga kita akan tenggelam ke dasar laut?"
Sylvanas: "Sejauh ini tidak.. Tetapi.. kelihatannya di Maelstorm mereka akan tenggelam.."
Kael: "Warga-warga kita.. Kita harus menolongnya.."
Sylvanas: "Tapi bagaimana? Phoenixmu apabila didekatkan dengan air, tentu saja akan kesakitan.."
Di Stratholme.. Arthas, Jaina dan Uther mempersiapkan kapal untuk dipakai ke Maelstorm.
Uther: "Arthas, sepertinya kapal yang ini tidak rusak terlalu parah karena ombak tadi. Ayo kita pake yang ini aja. (Menunjuk ke kapal yang masih utuh, tidak rusak sepenuhnya..)"
Arthas: "Ayo, kita harus ke Maelstorm secepat mungkin.."
Di dasar lautan.. 2 Naga menanti waktu-waktu kejayaan mereka..
Rhakinos: "Setelah berpuluh-puluh ribu tahun.. Akhirnya kita bisa mendapatkan teman.. Kita akan mengubah mereka menjadi Naga.. HAHAHAHA!!"
Azshara: "Spesial sekali. Kita juga menjadi naga karena terseret ke laut.."
Rhakinos: "10 menit lagi.. Mereka akan memasuki Maelstorm.. Daerah sihir kita.. Buahahahahaha.."
Orgrimmar.. Night Elves dan Orc bergabung.. Membawa segala perlengkapan menyelam..
Thrall: "Hei, liat nih.."
Thrall menunjuk ke suatu benda yang ditarik oleh Peon. Benda itu adalah Subship, seperti kapal selam.
Tyrande: "Wow, teknologinya udah maju banget.."
Thrall: "hoho, iya dong.. Ada 3 kapal selam.. masing-masing kapal selam bisa muat 2 orang.."
Seketika semua yang disitu langsung melirik pasangannya di kapal selam.. Tyrande melirik Furion, begitu juga sebaliknya.. Rokhan melirik Vol'jin.. (LOL ****..).. Cairne melirik Thrall..
Thrall: "Oi, sempit ah klo satu kapal ama lu.. Mending gw jaga permukaan air aja.. zz"
Cairne: "Ok-ok.. Gw sendiri aja.. Biar lebis luas.. Gw kan gendut T_T.."
Furion: "Makanya, diet dong.. :P"
Di udara dekat Maelstorm.. Kael dan Sylvanas masih berpikir cara menyelamatkan warga-warga mereka..
Kael: "Aduh, gimana nih.. Phoenix gak bisa nampung orang banyak.. Nanti dia keberatan.."
Sylvanas: "Kael, lihat tuh. Ada kapal.. Milik Human sepertinya.."
Arthas: "Hai, Kael, Sylvanas, dan.. Phoenix..! Sepertinya kita semua tujuannya sama.."
Uther: "Naiklah ke kapal gw.. Waktunya tinggal 4 menitan lagi.. Kita harus cepat.."
Di Orgrimmar.. Furion dan Tyrande masuk Subship 1.. Rokhan dan Voljin Subship 2.. dan Cairne sendiri di Subship 3.. Thrall mengamati dari permukaan.. Mereka berkomunikasi melalui radio..
Thrall (RADIO): "Ayo. Nasib mereka ditentukan kalian.."
Rokhan (RADIO): "Oi Thrall, canggih benar negerimu. Sudah ada radio-radioan.."
Thrall (RADIO): "Wakaka.. Iya dong.."
Cairne (RADIO): "Woi, klo ngobrol jangan di radio, bising neh.. zzz.."
Furion (RADIO): "Maelstorm detected."
Tyrande (RADIO): "Haruskah kita masuk kedalam situ?"
Thrall (RADIO): "Tidak, amati dulu keadaannya dari luar. Btw, gw mengamati permukaan air ya.. Kalo ada apa-apa gw kasih tau lewat radio.."
NB: Kalimdor disebelah barat Azeroth, Lordaeron disebelah timur. Jadi, High Elves dan Human menyergap Maelstorm dari kanan, dan Orc Night Elves dari sebelah kiri.
Di atas Kapal Human.. 2 menit lagi warga-warga mereka akan tertarik ke Maelstorm..
Sylvanas: "Kucoba.. Apa panahku bisa merobek air padat itu.. *Shot!*"
PLUNG! Ternyata air itu tidak padat karena panah Sylvanas bisa menembus, tapi tidak juga cair, karena bisa membawa para warga.
Kael: "Ini spell tingkat tinggi.. Siapa yang bisa melakukannya.."
Azshara: "(Suara dari dalam lautan.. Beradius 300 mil dari Maelstorm) Tentu saja aku.. Azshara.. The Sea Storm Controller.. HAUHUAHUAHUAHUA.."
Rhakinos: "(Suara dari dalam lautan, sama seperti Azshara) Kini, kalian akan melihat warga-warga kalian berubah menjadi naga.. *MAELSTORM TRANSFORMATION!!*"
Langit sekitar berubah menjadi hitam kelam. Petir menyambar dimana-mana, bahkan sempat menusuk lautan. Angin berhembus semakin kencang. Hujan yang sangat deras menambah suasana suram ini.
Sylvanas: "(berlindung ke Kael karena kedinginan oleh badai) Uh Kael, dingin sekali.."
Kael: "Kita tidak bisa berbuat apa-apa.. (memeluk Sylvanas yang kedinginan, melihat ke langit yang gelap)"
Uther: "...Inikah akhir dari Humanity.."
Arthas: "Berharaplah akan keajaiban.."
Jaina: "Kael.. Phoenixmu.."
Phoenix: "Kr.. Kraaaaaaa..." (Suara makin melemah, api di punggungnya padam, akhirnya ia menghilang dari pandangan)
Rhakinos: "HAHAHAHAHAHAHAHHH! Rasakanlah, manusia-manusia bodoh.. Pasukan NAGA!!"
Tyrande (RADIO): "Torpedo Launch."
BWSSSSH.. Subship Tyrande dan Furion, yang berada sekitar 25 kaki dibawah Rhakinos yang sedang mengcast skillnya di permukaan, menembakkan Torpedo ke Rhakinos.
Azshara: "(Menyadari torpedo yang diluncurkan, lalu teleport ke permukaan) Naga Shield."
Torpedo Subship 1 meledak, tetapi tidak melukai siapapun karena Naga Shield Azshara. Hanya menimbulkan percikan air yang dashyat.
Thrall (RADIO): "Di permukaan ada badai listrik yang dasyhat. Kem.. BZZ.. kinan.. Salura.. BZZ.. adio.. BZZ.. utus.."
Furion (RADIO): "Thrall, Thrall! Subship 2 dan 3, bisa denger gak?"
Keadaaan sunyi. Thrall kembali memutar, bersiap untuk pulang ke Orgrimmar. Saluran radio dasar laut dan permukaan putus. Ombak besar menghantam kapal Uther, tetapi kapal Uther tetap bertahan dalam kemiringan 25 derajat.
Uther: "Uh.. Jika ada ombak yang lebih gede lagi, gw gak yakin ni kapal bakal tahan.."
Azshara: "Bangkitlah.. The Nagas.."
CTAR, CTARRRRRR! BRUSH.. Pancaran petir dan ombak yang besar mengakhiri Transformasi di Maelstorm.
Di depan Uther, beratus-ratus Nagas muncul dari permukaan air.. Snap Dragon, Naga Myrmidon, Naga Summoner, Naga Royal Guard, dan beberapa Dragon Turtle.
Rhakinos: "Now, the world is ours."
Azshara: "Sekarang.. hancurkan kapal selam mereka.. dan.. tenggelamkan sisa Human bodoh ini.."
Naga Summoner: "By Azshara..!"
Uther: "RETREAT! Arthas, putar kemudi, kita kembali ke Lordaeron!"
Naga Royal Guard: "*Casting Skill.. Frost Bo..*"
Sylvanas: "Ugh, tak akan kubiarkan.. SILENCE!!"
Naga Royal Guard yang ingin melempar Frost Bolt kearah kapal Uther, tersilence bersama Naga disekitarnya. Badai listrik mulai mereda. Ombak mulai normal. Maelstorm Transformation berakhir.
Uther: "Uh.. Orc dan Night Elf itu target berikutnya.."
Kael: "Uther, kita kembali dulu ke Lordaeron. Sylvanas butuh istirahat dari kejadian tadi."
Uther: "Ok.. baiklah.."
Arthas: "Jaina.. Kau tidak apa-apa?"
Jaina: "Tidak apa-apa.. Hanya sedikit kedinginan.. HATSYII!"
Sylvanas: "Bikin api unggun dikapal ini.. Biar hangat.."
Uther: "Trus semua kapal kebakar.. Gak bisa pulang deh.."
Sylvanas: "Ups.. oh iya lupa.. hihihih.."
Di dasar laut.. Radio kembali bekerja karena badai listrik sudah selesai. Tetapi..
Tyrande (RADIO): "Report. Makhluk aneh memegang pedang dan berekor berada didepan Subship 1. Jumlahnya puluhan."
Cairne (RADIO): "Tyrande, aku juga mengalami hal yang sama. Kita dikepung."
Rhakinos: "Pasukan Nagaku akan mengalahkan teknologi kalian.. Huhuhu.."
Vol'Jin: "Nice, STATIS TRAP EXPLODE!"
TOING! Statis Trap andalan Vol'Jin meledak disaat yang tepat. Semua musuh pusing dan tak bisa bergerak untuk beberapa menit.
Furion (RADIO): "Nice work. Sekarang kita kembali ke Thrall untuk melapor hal yang terjadi tadi."
Perlawanan yang diberikan baik dari Kalimdor ataupun Lordaeron tidak berarti. Pasukan Nagas terlalu kuat. Kini Kalimdor diperkirakan akan menjadi target berikutnya. Siapkah Furion, Thrall, Tyrande, Rokhan, Vol'jin, dan Cairne menghadapi pasukan The Nagas?
End of Part 2 - Thank you for reading
Last edited by ballinst; 14-08-08 at 21:15. Reason: Fixed Typo
wogh keren cerita nya
Om TS kok ga bikin novel ajah siee ^_^
Part 3 - The Burning Path - Finished on 23 August 2008
Previous Story:
Perlawanan yang diberikan baik dari Kalimdor ataupun Lordaeron tidak berarti. Pasukan Nagas terlalu kuat. Kini Kalimdor diperkirakan akan menjadi target berikutnya. Siapkah Furion, Thrall, Tyrande, Rokhan, Vol'jin, dan Cairne menghadapi pasukan The Nagas?
Orgrimmar - 5 jam setelah Maelstorm Transformation.
Thrall : "Mereka lama sekali.. Padahal badai sudah berhenti sejak 4 jam lalu.."
Grunt : "Tuan Thrall, 3 Subship kembali dengan keadaan sedikit rusak!"
Thrall : "Sedikit rusak?! Apa yang.."
3 Subship merapat ke pantai timur Durotar. Setelah semua hero keluar dari Subship, Rokhan menceritakan kejadian mengerikan tersebut.
Rokhan : "..Maaf Thrall. Kite-kite pade gagal menghalangi ambisi Rhakinos dan Azshara.."
Thrall : "Apa yang terjadi disana? Gagal dan berhasil bisa diperbaiki. Kita harus mencari tahu lebih banyak tentang mereka."
Vol'jin : "Beh, pokoknya ngeri banget deh.. Ada petir.. ombak gede.. trus.. ada banyak Naga yang mengerumuni kita didepan.. Untung "GG" Statis Trap gw meledak disaat yang tepat.. Kalo nggak kita udah jadi mayat disana.."
Furion : "Tidak ada waktu untuk bersenang-senang. Kita harus membuat barisan pertahanan menghadapi serangan invasi mereka ke Kalimdor sekarang."
Cairne : "(Melihat kearah lautan)..Sepertinya kita terlambat.."
Tyrande : "Itu kan.. Sirip-sirip naga.. Jumlahnya ratusan.. Thrall.. cepat kirimkan pasukanmu seluruhnya kesini. Kita akan bertarung hidup mati.."
Thrall : "Grunt, panggil seluruh pasukan. Lok'tar, My Warriors!"
Di Lordaeron.. Yang tersisa hanyalah puing-puing hasil gelombang tsunami.. Sylvanas, Kael, Uther, Arthas dan Jaina membuat perapian di pantai.
Jaina : "Itu tadi betul-betul mengerikan.."
Uther : "Jadi buku ini benar.. Betul-betul kutukan yang nyata.."
Sylvanas : "Pinjam dong.. Siapa tahu ada petunjuk tambahan di halaman terakhir.."
Kael : "(Melihat bareng Sylvanas) Hmm.. 2 Halaman terakhir kosong.. Apa maksudnya ini..?"
Jaina : "Mungkin tulisan itu sudah pudar.."
Arthas : "Coba sini lihat bukunya.. Kenapa seluruh isi buku tidak pudar sedangkan 2 halaman terakhir pudar?"
TRIIIIIIIIIIIIIIIING..! Pada saat buku tersebut diberikan ke Arthas, bukunya bersilau bersamaan dengan seluruh tubuhnya.
Uther : "(beranjak dari duduknya, mengangkat palunya) Arthas! Apa yang terjadi?!"
Arthas : "A..Aku tidak tahu.."
SRET,SRET,SRET! "The Legend of Maelstorm" terbuka sendirinya, halaman demi halaman dipindahkan hingga 2 halaman terakhir.
Sylvanas: "Hei, tulisan itu muncul.. (Melihat dari samping)"
Kael: "Hah? Bagaimana bisa? (Penasaran, melihat juga)"
Uther: "Hmm.. Coba kubaca sebentar.. (Mengambil buku dari tangan Arthas)"
Arthas: "Ta..tapi.."
Fush.. Cahaya menghilang dari buku itu. 2 halaman terakhir menjadi kosong melompong lagi.
Uther: "HaH? Tadi masih ada kan..?"
Jaina: "Raja Uther, mungkin hanya Arthas yang boleh membacanya.."
Uther: "Hmm.. baiklah.. (Memberikan buku ke Arthas kembali)"
TRING! Cahaya yang sama kembali muncul dari "The Legend of Maelstorm".
Uther: "Phew.. Tangan ajaib atau orangnya yang ajaib.."
Jaina: "Di halaman terakhir dibagian paling bawah tertulis.. 2 Halaman terakhir akan bercahaya, apabila orang yang memegangnya adalah The Chosen One."
Arthas: "Aku? The Chosen One?"
Sylvanas: "Selama dipegang Arthas bercahaya, selama itu juga kita bisa membacanya.."
Uther: "Hmm.. bener juga.. Yok kita baca bareng-bareng.."
Spoiler untuk 2 Halaman Terakhir :
Kael: "Betul-betul teka-teki.."
Sylvanas: "Pasukan di Kalimdor sepertinya mengalami kesusahan. Ayo, kita tolong."
Uther: "..."
Jaina: "Raja Uther, mengapa kau terlihat sedih? Padahal yang mendirikan kerajaan ini kan hanya kau sendiri.."
Uther: "Senangnya menjadi orang terpilih, Arthas. Nasib Human ditentukan olehmu. Btw, ayo kita siap-siap.."
Arthas: "Baiklah. Jaina, tolong pegang ini. Aku akan mempersiapkan segalanya untuk berlayar ke Kalimdor."
Arthas memberikan bukunya ke Jaina dan pergi bersama Uther untuk mempersiapkan pelayaran ke Kalimdor. Tetapi, buku itu tidak berhenti bercahaya.
Jaina: "Apa yang.."
Kael: "Sepertinya kata buku itu benar. Dari setiap bangsa ada 1 pasangan cewe cowo yang terpilih. Dan kau, Jaina.. akan menjadi pasangan terpilih Arthas."
Jaina: "Aku.. aku.."
Sylvanas: "Kenapa gugup? Kok nggak seneng?"
Jaina: "Gembira sekali!!"
Kael: "Z.."
Jaina: "Kenapa kalian berdua nggak mencoba memegang buku ini untuk mencoba apakah kalian terpilih atau tidak?"
Sylvanas: "Hm.. Boleh juga.. Sini.."
Jaina: "(memberikan buku ke Sylvanas)"
Kael: "Whoa.. Tetap bersinar.."
Sylvanas: "Kael.. kalau begitu.. (memberikan buku ke Kael)"
Kael: "Ya.. Aku akan mencobanya.."
Jaina: "Tetap bersinar.. Kalian betul-betul pasangan terpilih dari High Elf.."
Uther: "Kapal siap! Jaina, Sylvanas, Kael, cepat naik!"
Di Kalimdor.. Para Nagas memasuki Teritorial Durotar dibawah pimpinan Rhakinos dan Azshara.
Azshara: "The time for reckoning has come."
Rokhan: "Rekening?"
Vol'jin: "Reckoning, bodoh.. zzz.."
Rokhan: "Oo.. Artinya apa?"
Vol'jin: "Gak tau.. gak ahli bahasa inggris gw.. gw ngertinya Orcish.."
Tyrande: "Furion sayang.. Tolong lindungi aku.. Kucoba untuk melakukan Starfall.."
Furion: "Baiklah.. Thrall, apa ada pohon disekitar sini?"
Thrall: "Tuh, dibelakang ada banyak.."
Furion: "Sip, Force of Nature!"
Tumpukan pohon berubah menjadi pasukan batang-batang yang berjalan. Batang-batang berjalan itu familiar dengan nama "Treant".
Rhakinos: "GO! SERANG MEREKA!"
Cairne: "Huh.. Akhirnya dimulai juga.. Silahkan open, Tyrande dan Furion.."
Tyrande: "STARFALL!"
Furion: "TRANQUILITY!"
2 Spell diatas merupakan kombo maut di game WCIII Melee.Spell Detail - Starfall - Jatuhnya puluhan bintang ke arah musuh di medan perang.
Spell Detail - Tranquility - Cahaya yang menyembuhkan luka-luka teman aliansi.
Thrall: "MAJUUUU! PANTANG MUNDUR!!"
Cairne: "Maju tak gentar.. Membela yang benar.. SHOCKWAVE!"
Seketika medan perang tersebut berubah menjadi pertandingan elemen-elemen yang dashyat. Listrik, Bintang, Awan, Kegelapan, Air, dan Angin bergabung menjadi satu dan menimbulkan ledakan yang sangat dasyhat.
Thrall: "Tenang, pasukanku! Tranquility Furion sudah lebih dari cukup."
Vol'jin: "Healing Ward!" TOK!
Rokhan: "Healing Wave!" TING,TING,TING!
Rhakinos: "Mereka sangat kuat, Azshara. Perlukan kukeluarkan magic penghancur?"
Azshara: "Silahkan duluan."
Rhakinos: "*BZZT..* *BZZT..* THUNDER-STORM!!"
Langit yang cerah menjadi gelap dibawah kendali Rhakinos. Hujan badai dan listrik membantai pasukan Thrall.
Grunt: "AAAKH! (Tersambar listrik)"
Rokhan: "Teruslah berjuang, Healing Wave!"
Cairne: "Pasukan mereka seperti tidak ada habis-habisnya.."
Tyrande: "Ugh.. Kek.. uatanku ha.. bis.. (tertunduk lesu di Frostsabernya)"
Furion: "Tyrande!! (Menghentikan cast Tranquility, datang ke Tyrande)"
Rokhan: "Sepertinya harus sekarang.. Big Bad Voodoo!"
Spell Detail - Big Bad Voodoo - Semua teman aliansi menjadi tidak bisa terluka, kecuali Rokhan.
Azshara: "Hei, Naga-Naga bodoh! Cepat serang Rokhan! Dialah sumbernya!"
Cairne: "Protect Rokhan at all costs!"
Vol'jin: "Statis Trap! GYAHAHAHA!"
Sementara itu.. di lautan.. Kapal Uther sudah melewati kawasan Maelstorm.. butuh waktu 1 jam lagi untuk mencapai Kalimdor..
Uther: "Semoga kita tidak telat.."
Kembali ke medan perang Kalimdor..
Naga Royal Guard: "FROST BOLT! (Mengarah ke Rokhan)"
Cairne: "Tidak akan kubiarkan.. UF!! (Meloncat, menutupi arah Frost Bolt yang bebas dan langsung mengarah ke Rokhan)"
Furion: "Gawat, jika Rokhan tidak dalam channeling Big Bad Voodoo, kita bisa kalah!"
Cairne: "CIAAAT! (Menggunakan kapaknya untuk menangkis Frost Bolt layaknya kiper bola menangkis dengan tangan)"
CRING! Frost Bolt berhasil ditangkis, tetapi Cairne mental jauh kebelakang.
Cairne: "*BRUK!*.. Uh sial, kuat sekali.."
Azshara: "Saatnya pesta penutup."
Furion: "Not so fast. Entangling Roots!"
Spell Detail - Entangling Roots - Mentargetkan salah satu musuh untuk diikat dengan akar-akar murni dari dalam tanah.
Azshara: "Spell kacangan.. DISPEL MAGIC!!"
Tidak lebih dari 1 detik, Entangling Roots langsung menghilang dari Azshara.
Furion: "Apa.. Entangling Rootsku didispel.. Bagaimana bisa.."
Azshara: "Katakan selamat tinggal untuk Kalimdormu.. yang tercinta.."
Langit yang sudah kelam hitam karena Thunder-Strom Rhakinos, semakin hitam dan tidak ada cahaya. Hanya kilat-kilat petir yang membuat terang sesaat.
Azshara: "(Mengangkat tangannya keatas) Datanglah.."
Furion: "Pasrah.. Kita akan habis kali ini.."
Thrall: "Keajaiban bisa datang kapan saja. Teruslah berharap."
Azshara: "A..APA?! MENGAPA AKU TIDAK BISA MENGCAST MAGIC?!"
Terlihat kapal Uther merapat ke Kalimdor. Sepertinya harapan Thrall menjadi kenyataan.
Sylvanas: "Lupa dengan Silenceku?"
Azshara: "GRRAH, kalian selalu menganggu.."
Kael: "Kami adalah orang-orang yang terpilih. Menyingkirlah dari Kalimdor, atau kalian akan merasakan akibatnya."
Rhakinos: "(Menghentikan casting magicnya) Siapa yang bisa menghancurkan Naga? Tidak seorang pun.."
Uther: "Cepat, semua turun dari kapal.. Berbahaya jika kita terjatuh ke air.."
Jaina: "Baik.. (Turun dari kapal)"
Kael: "Ini memang berat.. Thrall.. tolong cast Earthquake ditengah-tengah Azeroth.."
Azshara: "Huhuhu.. Ingin menghancurkan rumah kita agar kita kembali dan mempertahankannya? Jangan harap. Kita masih bisa menempati Kalimdor.. Setelah kita menumpas manusia-manusia bodoh seperti kalian.."
Kael: "Baik, Thrall. Tolong Cast ditengah2 Azeroth. Kumohon."
Thrall: "Apa yang.. kau rencanakan.."
Arthas: "Thrall. Kael adalah orang terpilih. Dari Orc, orang terpilih hanya kau. Dari Human, Aku dan Jaina. Dari Night Elf, Tyrande dan Furion. Dan dari High Elf, Kael dan Sylvanas. Apa yang menyebabkan kau tidak percaya kepadanya?"
Azshara: "Terlalu banyak dialog.. Akan kuhempaskan kalian sekarang juga.. TORNADO!!"
Kael: "CEPAT!!"
Angin Tornado datang dari arah lautan timur. Membuat ombak yang dasyhat, juga menimbulkan angin yang terasa hingga Kalimdor padahal jaraknya masih sangat jauh.
Rhakinos: "Selamat tinggal.. bangsa di Kalimdor.."
Thrall: "Earthquake Casting."
Spell Detail - Earthquake - Membuat gempa bumi ditempat yang ditentukan.
KRAAAAK! Dasar laut di Maelstorm menjadi retak dan membuat lubang hingga ke pusat bumi.
Azshara: "Hohoho.. Jadi kau ingin membuat lubang sehingga air masuk ke pusat Warcraft World? Sepertinya air tidak akan habis.. Karena banyak sekali.."
Kael: "Sayangnya tidak. Air di Azeroth didindingi oleh dinding yang transparan dan bisa ditembus. Tetapi hanya air yang tidak bisa menembusnya. Jadi hanya air di Azeroth yang akan habis."
Rhakinos: "Tetap saja.. Kalian akan musnah oleh Tornado.."
Azshara: "Tanpa air pun kita masih bisa hidup.. Kita merupakan makhluk amphibi.."
Kael: "Tutup omong kosongmu dan perhatikanlah.. FLAME STRIKEE!!"
Kael membakar seluruh lautan yang sudah kosong airnya dengan Flame Strikenya. Anehnya, api malah merambat ke daerah laut yang lain.
Tyrande: "Wow.. bagaimana bisa?"
Kael: "Sepertinya tidak semua orang pintar. Sesungguhnya dilaut banyak bahan tambang seperti minyak bumi. Apa yang terjadi jika aku bakar minyak bumi? Tentunya akan menjalar ke seluruh tempat."
Rhakinos: "Ugh.. Gawat.."
Kael: "Berkat api itu.. aku bisa membakar kalian.. FIRESPHERE!!"
Firesphere - *Imagination Magic* - Membuat mangkuk api yang mengelilingi daerah yang diinginkan Kael.
Rhakinos: "Ki..kita diselimuti Api.. Lautan juga berapi-api.."
Thrall: "Aku tak percaya ini.. Kau sungguh jenius, Kael."
Kael: "Trims. Selamat datang.. di Burning Path.. para Nagas.."
Kael berhasil membuat Burning Path di laut yang kering. The Nagas terkurung di Firesphere milik Kael. Apakah yang akan Ia lakukan terhadap The Nagas?
End of Part Three - Thank you for reading
wogh cerita bikinan bocah....
hmm jd tertarik nulis cerita juga hohoho...
Ngg... bagus si -_- orisiniL ceritanya
tapi...
kebanyakan mesra2annya
-_- agak... disgusting
Share This Thread